
Vicky Anggriawan
Departemen Konservasi dan Sumberdaya Hutan
Fakultas Kehutanan
Institut Pertanian Bogor
Angkatan 43
Semoga diterima amal ibadahnya, dihapuskan dosa2nya
dan ditempatkan di tempat terbaik disisi-Nya.
Amin
| Menurut lo: |
| Menurut lo: |
PRESS RELEASE
Kedatangan Presiden SBY di Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Dalam rangka peringatan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor ke 45, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Selasa, tangggal 4 November 2008 berkunjung ke kampus hijau IPB Darmaga untuk memberikan orasi ilmiah. Acara yang diadakan di gedung Graha Widya Wisuda ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Namun sejak beberapa jam sebelumnya jalan menuju kampus IPB sudah diamankan, bahkan kendaraan dari arah terminal Bubulak sudah dihentikan mulai pukul 09.00 WIB
Menyikapi kedatangan Presiden SBY ke Institut Pertanian Bogor, BEM Se-Bogor mengadakan aksi di Tugu Kujang. Aksi yang dihadiri puluhan mahasiswa di
Presiden Mahasiswa IPB, Gema Buana Putra, berkesempatan menemui juru bicara kepresidenan, Andi Malarangeng, di pelataran gedung Graha Widya Wisuda, untuk menyerahkan pernyataan sikap mewakili BEM Se-Bogor. Menanggapi pernyataan sikap dari BEM Se-Bogor, Andi Malarangeng menyampaikan janji dari Presiden SBY untuk menurunkan harga BBM secepatnya.
Masyarakat menanti harga BBM turun kembali. Karena alasan pemerintah menaikan harga BBM beberapa bulan yang lalu karena harga minyak dunia mencapai US$ 147 per barel, tertinggi sepanjang sejarah, sedangkan saat ini harga minyak dunia sudah menurun sampai US$ 70 per barel. Namun turunnya harga minyak dunia ini tidak disikapi pemerintah dengan menurunkan harga BBM.
Eka Febrial selaku koordinator BEM Se-Bogor menyatakan bahwa mahasiswa menunggu realisasi janji dari Presiden SBY. Jika dalam waktu dekat pemerintah tidak juga menurunkan harga BBM, mahasiswa akan menagih janji presiden langsung di kediamannya Istana Negara.
Katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih! Tiada kata jera dalam perjuangan!
HIDUP MAHASISWA!
| Menurut lo: |
Huhuhu... Gw belom menyadari kesalahan yg gw buat karena melegalisir ide ini. Apalagi ternyata kita duduk di deretan tengah, bukan di deretan paling atas kaya kalo gw biasa nonton di bioskop dengan layar sekelas XXI.| Menurut lo: |